Hari ini 23 Desember 2009..
Kemarin, untuk pertama kalinya saya mencoba untuk mengirimkan sebuah pesan singkat yang ditujukan untuk ibunda tercinta. Karena kemarin, 22 Desember adalah perayaan hari ibu. Tak pernah sebelumnya terpikir untuk mengirim ucapan penuh emosional seperti itu, karena memang keluarga kami terbilang tak biasa mengekspresikan emosi seperti itu. Berikut adalah pesan singkat yang saya kirimkan..
“tak ada apapun yang bisa membalas jasa,
kasih dan sayangmu atas kami.. anakmu..
terima kasih banyak untuk semuanya..
Selamat Hari Ibu..
Love you Mom.. “
Dan hari ini, pagi, 23 Desember, pesan singkatku di balas..
“Maaf ya le, baru dibuka (smsnya) dan ndak terdengar ada sms.
Terima kasih ya le, sudah memberikan ucapan selamat hari ibu,
itu sudah kewajiban seorang ibu merawat dan membesarkan
anak-anaknya, selama ibu masih mampu, biarpun ibu dalam
keadaan sendiri semampu ibu membesarkan kalian semua,
tanpa bapak.. “
Tak banyak yang bisa saya rasakan.. hanya sesaat hingga hati ini terasa kian sedih bercampur perasaan gembira, marah, bersyukur, dan berbagai perasaan lain yang tak saya mengerti. Hingga tak terasa air mata sudah menggenangi kedua mata ini.. tak ada apapun lagi yang bisa saya ungkapkan..
saya mencintaimu bunda, dengan penuh kesempurnaan kasih dan sayang yang Tuhan berikan atasku, engkau adalah semua yang ku butuhkan.. tak lagi hanya sebatas tanggung jawab bagiku untuk membahagiakanmu, ini adalah kebutuhanku untuk setiap bulir benih cinta dan kasih yang sudah engkau berikan atasku hingga detik ini..
Terima kasih untuk telah secara utuh menjadi seorang ibu dan ayah yang baik ya bunda :’)
I do love you Mom.. and I always do..
Selamat hari ibu..





Recent Comments